Kamis, 03 Januari 2019

Budidaya ikan papuyu secara Profesional

Cara Budidaya Ikan Papuyu Secara Profesional

Ikan Papuyu, mungkin hanya beberapa orang yang mengenal ikan ini, karena hanya sedikit daerah yang terdapat ikan ini khusunya berada di kalimantan Selatan. Ikan Papuyu ini hampir sama dengan ikan gabus yang telah menjadi primadona, karena rasa yang sangat lezat dan juga memang sering dihidangkan sebagai upacara adat dari Suku banjar. Tapi ikan yang mempunyai nama latin Anabas testudneus ini ternyata populasinya semakin berkurang karena penangkapan yang tidak selektif dan dengan adanya penduduk warga yang menggunakan bahan peledak sebagai penangkapan ikan. Untuk itu diperlukan dalam hal membudidayakannya seperti salah satu institusi yang berhasil ialah Balai Budidaya Air Tawar. Sebenarnya Ikan Papuyu ini telah lama dikenal diberbagai macam di indonesia. Selain sebutan Ikan Papuyu, ternyata memiliki nama lain ditiap daerah, seperti di Jawa dan Sunda menamai ikan ini sebagai ikan Betik, Kalimantan Selatan sendiri dengan nama Ikan Papuyu, Puyu dari malaya dan kalimantan Timur, Di Padang diberi nama Puyu - puyu, dan di Bintan dengan nama Puyo - puoy, Manado dengan nama Geteh - geteh, dan untuk danau Matanua bernama Kusang. Untuk dalam bahasa inggris sendiri, Ikan Papuyu dikenal dengan nama climbing gouramy atau juga climbing perch karena kemampuannya yang memanjat kedaratan. Ikan Papuyu menyebar dari India, Cina sampai Asia Tenggara dan Kepulauan Nusantara yang ada disebelah barat Garis Wallace. Berikut ini cara budidaya Ikan Papuyu atau ikan Betok agar berhasil dengan hasil yang banyak.

Cara Budidaya Ikan Papuyu

1. Ciri Jantan dan Betina Ikan Papuyu

Untuk membedakan Ikan Papuyu jantan dan betina, dapat dilihat dari tanda tubuhnya. Untuk tanda betina, tubuh memanjang, perut agak gendut, warna agak kusam, gerakan lamban, lubang kelaminnya membulat dan berukuran 100 gram. Sedangkan untuk tanda jantan, tubuh membulat, gerakan lincah, warna cerah, lubang kelamin memanjang dan berukuran antara 100 gram.

2. Pemijahan Ikan Papuyu

Pemijahan dari Ikan Papuyu ini dilakukan dengan cara semi buatan, yakni induced spawning. Dengan cara, siapkan akuarium yang berukuran 60 x 50 x 45 cm, dan keringkan selama waktu 3 hari, setelah itu isi air setinggi 30 cm, dan hidupkan 2 titik aerasi dan biarkan hidup saat selama pemijahan, suntuk 2 ekot induk betina disore hari dengan menggunakan ovaprim dosis 0,5 ml/kg dan masukkan kedalam akuarium, sedangkan untuk jantan, suntik 8 ekor dan satukan dengan betina, biarkan memijah. Perbandingan antara keduanya jantan dan betina ialah 4 : 1. Pemijahan yang akan terjadi saat tengah malam sampai pagi hari dan telur hasil pemijahan menempel di dinding akuarium.

3. penetasan dan Pemeliharaan Larva Ikan Papuyu

Penetasan yang akan dilakukan diakuarium pemijahan yakni dengan memindahkan induk kekolam pematangan gonad. Di suhu 29-30 derajat Celcius, telur akan menetas sekitar 20-24 jam. Larva dipelihara selama 3 hari penuh sampai kuat untuk berenang. Untuk pakan sendiri, diberi artemia atau adlibitum. Setiap induk betina dapat menghasilkan larva sekitar 14.500 ekor.

4. Pendederan I Ikan Papuyu

Pendederan I dilakukan didalam hapa yang terpasang dikolam dengan cara menyiapkan kolam yang memiliki ukuran 200 m2, dan keringkan selama 4-6 hari dan isi air setinggi 40-60 cm, tebarkan 4 karung kotoran ayam atau bisa juga puyuh dan biarkan selama 4-5 hari, kemudian pasang 4-10 hapa yang ukurannya 200 x 100 x 80 cm dengan tiang - tiang bambu. masukkan sekitar 2000 ekot larva dan beri pakan tambahan seperti pelet halus dalam waktu seminggu. Saat itu larva telah berukuran 0,5 cm.

5. Pendederan II dan III Ikan Papuyu

pendederan II seperti pendederan I, bedanya hanya pada penebaran benih yang berasal dari pendederan I dengan kepadatan 200-300 ekor/m2 dan beri pakan tambahan pelet halus sebanyak kurang lebih 500 g/hari diawal, 750 g/hari minggu kedua, 1000 g/hari diminggu ketiga atau juga bisa sesuai kebutuhan dengan jangka waktu pendederan II selama 1 bulan dan saat itu benih telah mencapai ukuran 1-3 cm. Untuk pendederan III sendiri sama seperti pendederan I yang dilakukan selama 30 hari dan benih telah mencapai ukuran 3 hingga 5 cm.

6. Pembesaran Ikan Papuyu

pembesaran sendiri dilakukan dikolam dengan cara menyiapkan kolam yang ukurannya 500 m2, keringkan 4-6 hari dan isi air setinggi sekitar 40-60 cm dan tebarkan 6 karung dari kotoran ayam atau puyuh serta dibiarkan selama 4-5 hari, kemudian tebarkan benih yang asalnya dari pendederan II dengan kepadatan 50 ekor/m2 lalu diberi pakan berupa pelet 5%/hari. Pembesaran sendiri dilakukan selama waktu 6 bulan dan selama itu pula berat Ikan Papuyu mencapai 60-75 gram.

7. Pembesaran Ikan Papuyu di Jaring Tancap

Pembesaran Ikan Papuyu sendiri dapat dilakuan di jaring tancap dengan cara memilih lokasi dipinggir perairan yang mempunyai kedalam 1-1,5 m, dan siapkan sejumlah jaring yang ukuran panjangnya 4 x 3 x 1 dengan mess 0,5 cm. Pasang jaring yang mengikat ditiang -tiang yang tahan terhadap air, seperti halnya kayu ulin, tebarkan benih Ikan Papuyu yang asalnya dari tahapan pendederan III dengan memiliki kepadatan 50 hingga 100 ekor/m2, beri pakan tambahan yakni pelet sebanyak 5%/harinya dan frekuensi 4x. Pembesaran di jaring tancap juga berlangsung selama 6 bulan yang mana pada saat itu Ikan Papuyu telah berukuran 65 hingga 75 gram.

Kamis, 26 Juli 2018

Teknik Budidaya Ikan Mas


PENDAHULUAN
Ikan mas merupakan jenis ikan konsumsi air tawar yang mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi, ikan mas ini mempunyai badan memanjang pipih kesamping dan lunak. Ikan mas sudah dipelihara sejak tahun 475 sebelum masehi di China. Di Indonesia ikan mas mulai dipelihara pada tahun 1920 yang merupakan ikan yang dibawa dari China, Eropa, Taiwan dan Jepang. Sedang ikanmas yang hasil seleksi di Indonesia adalah ika mas punten dan majalaya.
Budidaya ikan mas ini telah berkembang pesat dikolam biasa, di sawah, waduk, sungai air deras, bahkan dipelihara di karamba di perairan umum. Adapun sentra produksi ikan mas adalah Ciamis, Sukabumi, Tasikmalaya, Bogor, Garut, Bandung, Cianjur, Purwakarta.

DESKRIFSI IKAN MAS
Dalam ilmu taksonomi hewan, ikan mas mempunyai klarifikasi sebagai berikut:
·   Kelas                   : Osteichthyes
·   Anakbangsa        : Actinopterygii
·   Bangsa                                : Cypriniformes
·   Suku                    : Cyprinidae
·   Marga                 : Cyprinus
·   Jenis                    : Cyprinus carpio L

Saat ini ikan mas mempunyai banyak strain dan jenis perbedaan ciri dan ras ini diakibatkan adanya interaksi antara genotif dan lingkungan kolam, musim dan cara pemeliharaan yang terlihat dari penampilan bentuk fisik, bentuk tubuh dan warnanya.
Adapun morfologi dari ikan mas dari beberapa strain adalah sebagai berikut :
a.  Ikan mas punten : sisik berwarna hijau gelap; potongan badan paling pendek;  bagian punggung tinggi melebar;  mata agak menonjol; gerakan lincah; perbandingan antara tinggi badan dengan panjang badan antara 2,3:1.
b.  Ikan mas sinyonya : sisik berwarna kuning muda ; badan relatif panjang matra pada ikan muda tidak terlalu sipit sedangkan ikan dewasa bermata sipit ; gerakannya lamban ; lebih suka di permukaan air ; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,6 :1.
c.  Ikan mas majalaya : sisik berwarna hijau keabu-abuan dengan tepi sisik lebih gelap ; punggung tinggi ; badan relatif pendek ; gerakan lamban apabila diberi pakan akan muncul kepermukaan air ; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,2 :1.
d.  Ikan mas taiwan : sisik berwarna hijau kekuning-kuningan ;badan relatif panjang ; penampang punggung mambulat ; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan 3,6 :1.
Adapun habitat dan kebiasaan hidup ikan mas adalah sebagai berikut :
a.  Tanah untuk pemeliharaan adalah tanah liat berlempung, tidak porous.
b.  Kemiringan tanah berkisar 3-5% memudahkan pengairan kolam secara garvitasi.
c.  Hidup pada ketinggian 150-1000 m dpl.
d.  pH yang baik adalah antara 7-8
e.  Suhu air berkisar 20 25 °C.
f.   Akualitas air harus bersih tidak keruh dan tidak tercemar.

PROSES BUDIDAYA IKAN MAS
Persiapan Sarana Pemijahan
Hal yang harus diperhatikan dalam pemijahan ikan masadalah sebagai berikut:
o Kolam pemijahan tidak berlumpur dan bercadas
o Induk ikan harus matang gonad
o Media penyimpan telur (kakaban) harus bersih
o Pemberian pakan
Pemilihan Induk
Induk yang baik dan yang sudah matang kelamin sebaiknya :
o Berumur 1,5 – 3 tahun.
o Badan sehat tidak cacat dan berenang normal.
o Bentuk kepala relatif lebih kecil dari badannya.
o Gerakan harus tangkas dan gesit, terutama induk jantan
Proses Pemijahan
Untuk keberhasilan pemeliharaan ikan mas harus dipenuhi beberapa syarat yang penting yang sesuai dengan kebiasaan berkembangbiaknya. Ikan mas biasanya menghendaki air yan baru untuk merangsang pemijahannya. Oleh karenanya dalam pemijahan ikan mas sirkulasi air harus lancar.
Selain itu sifat telur ikan mas yang menempel, harus selalu disediakan alat berupa kakaban sebagai tempat untuk tempat menempel telur. Setelah kolam pemijahan siap, kemudian tebarkan induk yang telah diseleksi dimasukkan kedalam kolam pemijahan dengan perbandingan jantan dan betina biasanya menggunakan berat badan 1 : 1, jika induk betina beratnya 3 kg, maka jantannya juga memiliki berat yang sama. Dan apabila semua persiapan lancar, maka proses pemijahan akan berlangsung sekitar jam 24.00. Hal ini akan ditandai dengan aktifitas ikan jantan mengejar – ngejar induk betina. Dan pada pagi hari telur – telur akan terlihatan menempel dikakaban dan warna telur kuning cerah.
Penetasan Telur
Setelah induk dikeluarkan, maka kondisi air harus dijaga dengan cara air terus alirkan dan jangan sampai berhenti, karena telur-telur membutuhkan air yang kaya oksigen dan suhunya stabil. Kurang lebih 2 hari kemudian telur akan menetas. Penetasan ini biasanya tidak berlangsung sekaligus melainkan secara bertahap sesuai dengan pengeluaran telurnya.Larva yang baru menetas belum membutuhkan makan tambahan dari luar karena masih menyimpan makanan dalam tubuhnya berupa kuning telur (yolk egg).
Pendederan
Setelah benih berumur 5 – 7 hari sejak telur menetas, segara dipindahkan ke kolam pendederan. Pemindahan benih ini gampang-gampang susah, karena harus dilakukan dengan hati-hati. Pemindahan ini sebaiknya dilakukan pada saat suhu air masih rendah yaitu pagi hari atau sore hari. Pemasukan benih ke dalam kolam jangan dilakukan dengan tergesa-gesa, tetapi sebaiknya dilakukan penyusuai suhu terlebih dahulu agar benih tidak mengalami stress akibat perubahan suhu. Tinggi air di kolam pendederan sebaiknya tidak lebih dari 40 cm karena benih yang masih lemah tidak tahan jika terlalu banyak.
Pembesaran
Benih hasil pendederan (ukuran 5-8 cm) baru bisa dinikmati sebagai ikan konsumsi setelah berumur 4-6 bulan yang dipelihara di kolam pembesaran. Sebelum benih dipindahkan ke kolam pembesaran sebaiknya kolam dipersiapkan terlebih dahulu.

HAMA  PENYAKIT DAN PENCEGAHANNYA
Dalam usaha pemeliharaan ikan, hama dan penyakit merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan karena dapat menimbulkan kerugian dan kematian bagi ikan yang dipelihara. Umumnya penyakit ikan timbul karena kondisi lingkungan kolam yang buruk. Keadaan ini dapat terjadi karena persiapan dan perawatan kolam yang kurang baik. Selain itu tingginya kadar bahan organik dan anorganik serta banyaknya sisa pakan yang yang tidak habis dimakan oleh ikan sehingga mengakibatkan pembusukan didasar kolam.
Adapun penyakit ikan mas yang sering menyerang pada umumnya gejala dan cara pengobatannya adalah sebagai berikut :
1.  white spot (bintik putih)
·  
gejala : pada bagian tubuh (kepala, insang, sirip) terdapat bintik-bintik putih, pada infeksi berat terdapat lapisan putih yang jelas, megosok-gosokan badannya pada benda yang ada disekitarnya.
·   pengobatan kimia : direndam dalam larutan methylene blue 1% (1 gram/100 cc air) larutan ini diambil 2-4 cc kedalam 4 liter air selama 24 jam dan direndam dalam garam dapur NaCl selama 10 menit dengan dosis 1-3 gram/100 cc air.
·   pengobatan alami : direndam dalam ekstrak sambiloto atau ektrak pare.
2.  bengkak insang dan badan (myxosporesis)
·   gejala : bagian punggung terjadi pendarahan tutup insang terbuka dan terdapat titik merah.
·   pengobatan kimia : pengeringan total lalu tabur kapur tohor 200 gram/m², biarkan selama 1-2 minggu.
·   pengobatan alami : dilakukan perendaman dalam ekstrak daun sirih
3.  cacing insang, sirip dan badan (dactypogyrus dan girodactylogyrus)
·   gejala : ikan tampak kurus, warna kusam, sirip ekor kadang-kadang rontok, ikan sering mengosok-gosokan badannya ke benda-benda yang keras.
·   pengobatan kimia : direndam dalam larutan formalin dengan dosis 250 gram/m³ selama 15 menit, dan direndam dalam larutan methylene blue 3 gram/m³ selama 24 jam.
·   pengobatan alami : rendam selama 1 minggu dalam larutan daun miana dengan dosis 50 lembar/100 liter air.
4.  argulasis (kutu air)
·   gejala : benih dan induk menjadi kurus karena dihisap darahnya, pada kulit insang terdapat bercak merah.
·   pengobatan kimia : direndam dalam garam dapur dengan dosis 20 gram/ liter air selama 15 menit dan direndamdalam larutan PK 10 ppm (10 ml/m³) selama 30 menit.
·   pengobatan alami : direndam dalam larutan ekstrak kunyit selama 1 minggu dengan dosis 1 gram/L air
5.  jamur (saprolegniasis)
·   gejala : menyerang kepala, tutup insang, sirip dan lain sebagainya, tubuh ikan seperti kapas, telur ikan mas seperti berbenang halus seperti kapas.
·   pengobatan kimia : direndam dalam cairan malactile gren oxalat (MGO) dosis 3 gram/m³ selama 30 menit apabila telur yang tersaerang direndam dalam larutan MGO 2-3 gram/m³ selama 1 jam.
·   pengobatan alami : rendam dalam larutan ekstrak kunyit
6.  gatal (trichodina)
·   gejala : suka menggosok-goskan badan pada sisi kolam, bak atau aquarium. Gerakan lamban
·   pengobatan kimia : rendam selama 15 menit dalam larutan formalin 150-200 ppm
·   pengobatan alami : ektrak kunyit dengan dosis 2-4 gram/50 liter air selama 1 minggu
7.  bakteri psedomonas flurescens
·   gejala :  pendarahan dan bobok pada kulit, sirirp ekor terkikis
·   pengobatan kimia : pemberian pakan yang dcampur oxytetracycline 25-30 mg/kg ikan atau sulafa merazine 200 mg/kg ikan selama 7 haru berturut-turut.
·   pengobatan alami : rendam dalam ekstrak daun miana 10 lembar/100 liter airselama 1 minggu
8.  bakteri aeromonas punctata
·   gejala : warna  badan suram, tidak cerah, kulit kesat dan melepuh, cara bernapas megap-megap, kantong empedu gembung, pendarahan dalam organ hati dan ginjal
·   pengobatan kimia :penyuntikan chloramphenicol 10-15 mg/kg ikan atau streptomycin 80-100 mg/kg ikan selama 7 hari berturut-turut.
·   pengobatan alami : pakan dicampur dengan parut kunyit dengan dosis 4-5 gram/kg pakan berikan selama 7 hari berturut-turut.

DAFTAR PUSTAKA
Afrianto,E dan Evi Liviawati” Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan”. Kanasius. Yogyakarta 2000.
Daelami, Deden A.S ” Agar Ikan Sehat”. Penebar Swadaya. Jakarta 2001.
Lingga, P dan Heru Susanto” Ikan Hias Air Tawar”. Penebar Swadaya. Jakarta 1989.
Wijayakusuma, Hembing. H.M, Setiawan Dalimarta dan A.S. Wrian” Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia”. Pustaka Kartini. Jakarta.
www.kkp.go.id. ” Penyakit Ikan”. 2005.
www.iptek.net.id.” Budidaya ikan mas” 2005.

Argasasmita G.M. dan Syafei L.S, 2005. Buku Seri Kesehatan Ikan “Ikan Mas Sehat Produksi Meningkat”. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian, Jurusan Penyuluhan Perikanan, Bogor.

Sumber : Fahrur Razi, SST. 2014. Folder Penyuluhan Perikanan "Teknik Budidaya Ikan Mas"

Untung Besar dari Bisnis Budidaya Lobster Air Tawar

  Memiliki warna biru yang cerah disertai bentuk tubuh yang terlihat kekar dan anggun menjadikan lobster air tawar menarik dijadikan hiasan ...