Sabtu, 12 Mei 2018

Teknik Budidaya Ikan Gurame


PENDAHULUAN
Gurame merupakan salah satu komoditas perikanan tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak dibudidayakan oleh para pembudidaya. Keunggulan ikan gurame dikalngan para pembudidaya gurame adalah ikan ini dapat berbiak secra alami, mudah dipelihara karena bersifat pemakan segalanya, dan dapat hidup di air tergenang.
Permintaan ikan gurame dari tahun ke tahunnya terus meningkkat baik dalam bentuk benih maupun dalam bentuk ukuran konsumsi. Sebagai contoh kecil, pada tahun 2001 kebutuhan benih gurame umur 12 hari di Tasikmalaya mencapai 500.000 – 1.000.000 ekor/bulan (Khairuman, 2003).
Dengan melihat data di atas, maka untuk meningkatkan produksi ikan gurame agar dapat memenuhi permintaan yang terus meningkat, maka yang harus diperhatikan salah satunya adalah mengenai kesehatan ikan, karena salah satu penghambat dalam proses peningkatan produksi adalah hama dan penyakit, bahkan ada pendapat bahwa apabila ikan sehat maka produksi akan meningkat.

DESKRIPSI IKAN GURAME
Dalam daftar klasifikasi, Gurame termasuk dalam bangsa Labirinthici dan suku Anabantidae. Klasifikasi Gurame secra lengkap adalah sebagai berikut :
à     Filum                   : Chordata
à     Subfilum             : Vertebrata
à     Kelas                   : Pisces
à     Ordo                    : Labyrinthici
à     Famili                  : Anabantidae
à     Genus                  : Osphronemus
à     Spesies                                : Osphronemus gouramy, Lac
Gurame mempunyai bentuk badan agak panjang, pipih, dan tertutup sisik yang berukuran  besar, terlihat kasar, serta kuat. Punggungnya tinggi dan mempunyai sirip perut dengan jari-jari yag sudah berubah menjadi alat peraba.
Bagian kepala Gurame ujda berbentuk lancip, dan akan menjadi tumpul bila sudah besar.Ikan Gurame memiliki mulut yang kecil, dengan bibir bawah menonjol sedikt dibandingkan bibir atas dan dapat disembulkan.
Badan Gurame pada umumnya berwarna biru kehitaman dan bagian perut berwarna putih.Jari-jari pertama sirip erut merupakan benang panjang yang berfungsi sebagai alat peraba.Ujung sirip punggung dan sirip dubur dapat mencapai pangkal ekor.Sirip ekor berbentuk busur, pada dasar sirip dada pada Gurame betina terdapat tanda berupa sebuah lingkaran hitam.
Ikan gurame merupakan ikan asli perairan Indonesia. Meskipun demikian, ada juga literature yang menyebutkan bahawa Gurame merupakan ikan asli perairan Asia Tenggara. Hal ini dengan ditemukannya ikan ini selain di Indonesia, yakni di perairan Thailand dan Malayasia.
Dari literature disebutkan bahwa tahun 1808 ikan ini sudah ditulis orang. Dalam  itu, ikan Gurame berasal dari kepulauan sunda besar, selanjutnya disebarkan ke pulau lainnya, yakni ke Tornado di sulawesi utara, ke Madura dan ke Filipina yaitu sekitar tahun 1916 bahkan gurame juga telah menyebar ke arah utara seperti sri Langka, India, dan Cina.
Di Indonesia, ikan Gurame banyak ditemukan di pulau sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Di alamnya, ikan Gurame merujpakan penghuni asli perairan yang tenang, seperti rawa, danau, situ, atau perairan tergenang lainnya.

TEKNIK PEMBENIHAN IKAN GURAME
Pemilihan Induk
Untuk menghasilkan benih yang berkualitas, induk Gurame harus berasal dari populasi Gurame yang sehat, tidak cacat, bergerak aktif atau lincah. Untuk membedakan induk Gurame jantan dan betina, dapat dikenali dari cirri-ciri fisik seperti berikut ini:
CIRI-CIRI FISIK
JANTAN
BETINA
Ukuran tubuh
Dahi
Dagu
Tutup insang
Dasar sirip dada
Bentuk perut
Ujung sirip ekor
Besar
Menonjol
Maju
Kekuningan
Agak terang
Kempis
Rata
Kecil
Rata
Normal (Rata)
Putih cokelat
Lebih gelap
Berisi
Membulat

Persiapan Kolam Pemijahan
Sebelum digunakan, kolam pemijahan sebaiknya sebaiknya dipersiapkan terlebih dulu sebaik mungkin. Persiapan kolam meliputi :
1.  Pengeringan Kolam
Pengeringan kolam pemijahan dilakukan selama 2-3 hari. Tujuan dari pengeringan kolam adalah untuk membunuh hama dan sumber penyakit serta menghilangkan nitrit yang berada di dasar kolam serta untuk memberikan suasana baru yaitu tanah yang sudah dikeringkan akan menimbulkan bau khas pada saat diisi air yang akan merangsang Gurame untuk memijah. Setelah kolam dikeringkan, kolam tersebut siap diisi air denga kualitasyang baik yaitu tidak berwarna, jernih, tidak berwarna dan terbebas dari hama dan bibit penyakit.
2.  Pemasangan Sarang
Kolam pemijahan yang telah terisi air, kemudian dibiarkan minimum 4 hari.Selama itu, dilakukan pemasangan kerangka sarang yang berupa sosog sebagai tempat untuk meletakan bahan pembentuk sarang.Kerangka sarang diletakan di tengah dan di pingir-pinggir kolam.Sedangkan bahan pembentuk sarang yang berupa ijuk diletakan di kolam sebelum induk dimasukan ke kolam.
Bahan sarang diletakan di tengah atau di pinggir-pinggir kolam. Semakin banyak bahan pembentuk sarang maka akan semakin baik.

Penebaran Induk
Induk Gurame yang telah matang gonad dan siap untuk memijah dapat segera dipindahkan ke kolam pemijahan.Pemindahan induk harus dilakukan secar hati-hatiagar induk tidak stress.
Penebaran induk sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Perbandingan antara induk jantan dan betina yang akan dipijahkan yaitu 1:3 (satu jantan dan tiga betina.

Pemijahan
Seminggu setelah dilepaskan ke kolam pemijahan, induk jantan sudah selesai menyiapkan satu sarang. Setelah itu induk jantan akan mondar-mandir yang bertujuan untuk menarik perhatian induk betina.
Proses pemijahan ini terjadi di depan mulut sarang dan umumnya terjadi sekitar dua hari setelah sarang dibuat. Sementara itu, proses pembuahan akan berlangsung di dalam sarang. Selam proses pemijahan ini tercium bau amis diserati munculnya bintik-bintik dipermukaan air sekitar sarang. Hal ini menunjukan bahwa proses pemijahan telah berhasil.

Penetasan Telur
Setelah proses pemijahan berlangsung telur ikan gurame akan menetas sekitar 30-36 jam. Penetasn telur ikan gurame bisa dilakukan di akuarium atau bak, di kolam pemijahan, pemijahan di sawah dan lain-lain.
Pemeliharaan Benih
Benih Gurame dapat dielihara di aquarium, bak kayu yang dilapisi plastic, bak tembok atau ditebar langsung ke kolam pendederan.Pemeliharaan benih pada wadah terkomtrol harus dilengkapi dengan aerasi untuk suplai oksigen dan terhindar kontak langsung dengan hujan.

Pakan awal berupa cacing rambut, Daphnia sp, Moina sp, atau sumber protein lainnya.Bahan-bahan nabati dapat mulai diberikan setelah larva berumur 36-40 hari.Sedangkan pakan buatan (pelet) dapat diberikan dengan menyesuaikan bukaan mulutnya.
Lama pemeliharaan dan benih yang dihasilkan antara lain : benih berumur 40 hari dapat mencapai ukuran 1-2 cm (setara ukuran kuku). Benih berumur 80 hari dapat mencapai ukuran 2-4 cm (setara ukuran jempol). Benih berumur 120 hari dapat mencapai ukuran 4-6 cm (setar ukuran silet). Dan benih berumur 16 hari dapt mencapi ukuran 6-8 cm (setar ukuran korek api di masyarakat).  

PENYAKIT IKAN GURAME
Masalah hama dan penyakit pada budidaya ikan Gurame merupakn kendala yang serius, karena dapat menyebabkan tingkat kematian yang tinggi  yang nantinya akan mengakibatkan produksi ikan Gurame akan menurun, terutama pada fase benih.
Berikut ini adalah tabel beberapa penyakit yang sering menyerang ikan gurame dan cara pengendaliannya :

NO

PENYAKIT
GEJALA-GEJALA
PENGANGGULANGAN
KIMIAWI
TREATMEN ALAMI
1.
Ichtyopthirius multifiliis
Penyakit White Spot
§ Banyak mengeluarkan lendir
§ Terlihat bintik putih pada sirip/ kulit/ insang
§ Sering terdapat pada permukaan air
Perendaman
§ dalam NaCl 25 % 10-15 menit
§ formalin 25mg/L ditambah malachite green 0,2 mg selama 24 jam
Menggunakan Lengkuas dengan dosis 1 gr/l air 
2.
Gyrodactylus Sp, dan Dactylogyrus sp
Borok Ikan
 
 
§ Nafsu makan ikan berkurang
§ Banyak lendir pada bagian kulit luar
§ Kulit/ badan mengeluarkan darah
§ Ikan seringberenang ke permukaan air dan tubuhnya sering molompat-lompat
Perendaman dalam
§ Formalin 2,5 ml  dalam 10 menit.
§ NH4Cl 25 gram = 1 lt ±15 menit
menggunkan kunyit dengan dosis 1 gr/l air








NO

PENYAKIT
GEJALA-GEJALA
PENGANGGULANGAN
KIMIAWI
TREATMEN ALAMI
3.
Aeromonas hydrophila
Bercak Merah
§ Tedapat luka infeksi di bagian tubuh
§ Sisik terkuak
§ Perut busung, lemah
§ Sering berada di permukaan air atau dasar kolam
§ Napasnya mengap-mengap
Perendamn dalan larutan
§ Oxytetracycline 2-5 mg/L selama 24 jam yang dilakukan 3 kali berturut-turut
§ Malachite green oxalate 0,5 mg/L selama 1 jam.
Menggunakan daun miana dengan dosis 10 lembar/100 liter air
Argulus sp (kutu ikan)
§ Pada kulit dan insang tampak adanya kutu yang menempel kuat
§ Terjadi pendarahan pada bekas gigitan
Perendaman dalam garam dapur sebanyak 10-15 kg/m3 atau 10-15 g/L.
Menggunakan  mahkota dewa dengan dosis 50 iris/3 gelas air (600 cc)

5
Trcodina sp
§ ikan terlihat lemah
§ warna tubuh pucat
§ terdapat luka pada disertai infeksi sekunder
§ ikan sering menggosokan tubuhnya pad substrat, dinding atau dasar kolam.
Perendaman
§ Formalin sebanyak 40 mg/L.
Diberikan ekstrak daun sambiloto
6
Saprolegina dan Achlya
§ Adanya benag-benang krem dan bergumpal menyerupai kapas pada tubuhnya.
Perendaman
§ Menggunakan garam dapur sebanyak 400 gr/m3 atau 20 mg/L selama 1 jam.
§ Malachite green oxalate dengan dosis 0,1-0,5 mg/L selama 12-24 jam
Menggunakan daun sirih dengan dosis 10 lembar/l air

DAFTAR PUSTAKA
Gunawan A. dan Syafei L.S, 2005. Buku Seri Kesehatan Ikan “Gurame Sehat Produksi Meningkat”. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian, Jurusan Penyuluhan Perikanan, Bogor.
Harmanto, Ning. Menggempur Penyakit Hewan Kesayangan dengan Mahkota Dewa, Jakarta : Penebar Swadaya, 2004.
Jangkaru, Z. Memacu Pertumbuhan Gurame, Jakarta : Penebar Swadaya, 2003.
Khairuman dan Khairul Amri. Pembenihan dan Pembesaran Gurame Secar Intensif, Jakarta : Agromedia Pustaka, 2003.
Sendjaja, Julius Tirta. Usaha Pembenihan Gurame, Jakarta : Penerbit Swadaya,2002


Sumber : Fahrur Razi, SST. 2014. Folder Perikanan " Teknik Budidaya Ikan Gurame"

Kamis, 26 April 2018

Budidaya Ikan Mas Koki

PENDAHULUAN
Bisnis ikan hias memang mampu memberikan jaminan keuntungan yang lebih dari cukup bagi petani pengelolanya. Selain harganya yang relatif tinggi siklus pemijahannyapun relatif lebih pendek.Hal ini tidak terlepas dari pengelolaan dan penanganan yang baik pula.
Saat ini, ekspor ikan hias dari tahun ketahun mengalami kenaikan yang signifikan. Apabila dilihat dari volume ekspor pada tahun 1998 yang hanya berjumlah 192 ton dan pada tahun 2002 berjumlah 3.513 ton yang berarti kenaikan pertahun rata-rata sekitar 343,6 % (Dirjen Perikanan Budidaya, Departemen Kelautan dan Perikanan 2003).
Meningkatnya pemasaran komoditas ikan hias tidak lain karena banyak yang menggemari usaha memelihara ikan hias di akuarium untuk menghiasi ruangan rumah. Melalui jenis, warna, ukuran dan bentuk tubuhnya, ikan hias ini memegang peranan yang penting untuk menambah kesejukan, keindahan, dan kesegaran lingkungan.
Banyak masyarakat beranggapan bahwa memelihara ikan hias sangat baik bagi kesehatan. Sebagian besar mereka beranggapan bahwa bentuk, warna, sifat, dan gerak-gerik tubuh ikan hias ketika berenang dikolam atau dalam akuarium yang didekorasi dengan apik dapat menentramkan hati, menyembuhkan tekanan darah tinggi maupun stress yang disebabkan karena berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari.

DESKRIPSI IKAN MASKOKI
Sistematika ikan maskoki adalah :
Kelas                           : Pisces
Sub Kelas                    : Teleostei
Ordo                            : Ostariophysi
Sub ordo                     : Cyprinoidea
Famili                         : Cyprinidae
Genus                         : Carassius
Spesies                       : Carassius auratus
Bentuk luar (morfologi) maskoki memiliki tubuh gendut, punggung agak bongkok, sirip yang lengkap seperti sirip punggung, sirip dada, sirip perut, dan sirip ekor. Bentuk badan maskoki biasanya pendek dan gempal yang menjadi salah satu ciri khas tersendiri.
Maskoki merupakan salah satu jenis ikan hias yang hidup di daerah air tawar. Meskipun cenderung hidup diair tawar yang bersuhu  hangat maskoki dapat hidup diperairan denganm suhu yang berkisar antara 12-20 °C.
Di daerah yang mempunyai 4 musim (musim semi, panas, gugur dan dingin), maskoki melakukan aktifitasnya pada musim semi, yaitu ketika suhu lingkungan mencapai sekitar 12 – 20ºC. sedangkan di daerah tropis, maskoki lebih produktif karena suhu lingkungannya lebih hangat yaitu sekitar 25 – 29ºC, sehingga mampu memijah sepanjang tahun.

BUDIDAYA MASKOKI
Persiapan Bak Pemijahan
Untuk pemijahan maskoki dapat digunakan bak semen atau akuarium. Jika menggunakan bak semen dapat digunakan bak berukuran 100 x 100 x 30 cm, dan jika menggunakan akuarium dapat menggunakan akuarium berukuran 100 x 75 x 50 cm.
Karena ikan maskoki mempunyai sifat yang menempelkan telurnya pada substrat, maka didalam tempat pemijahan harus diletakan substrat untuk menempelkan telurnya. Substrat ini dapat berupa tanaman air seperti eceng gondok, atau bias pula menggunakan kakaban.
Air yang digunakan dalam pemijahan maskoki pada dasrnya sama dengan sumber air bagi jenis ikan hias yang lain. Yang terpenting adalah ikan maskoki menyukai air yang jernih. Sumber airnya bias menggunakan air PAM atau air sumur yang telah diendapkan selama 24 jam.

Pemilihan Induk
Keberhasilan kegiatan pemijahan tergantung dari kesiapan kematangan induk yang dipijahkan.Untuk memenuhi keadaan tersebut maka seorang pembenih harus mengetahui syarat-syarat calon induk yang layak untuk dipilih menjadi calon induk dan induk. Dibawah ini adalah ciri-ciri calon induk maskoki yang siap dijadikan induk:
1. Umur calon induk minimal 7 bulan, tetapi yang lebih baik berumur 2 tahun.
2. Sehat dan tidak mengalami stress.
3. Tubuhnya tidak ada luka.
4. Tidak sedang terserang penyakit atau parasit.
5. Tubuhnya normal dan tidak cacat.

Perbedaan Induk Jantan dan Induk Betina :
Induk Jantan
v Pada sirip dada terdapat bintik- bintik bulat menonjol dan jika diraba terasa kasar.
v Induk yang telah matang jika diurut pelan ke arah lubang genital akan keluar cairan berwarna putih.
Induk Betina
v Pada sirip dada tidak terdapat bintik-bintik dan terasa halus jika diraba
v Jika diurut, keluar cairan kuning bening. Pada induk yang telah
matang, perut terasa lembek dan lubang genital kemerah-merahan.

Perawatan Induk
Induk yang terpilih dipelihara secara terpisah dari maskoki lain yang belum dewasa. Hal ini bertujuan agar memudahkan dalam perawatan. Pembenih akan gampang dalam menyeleksi induk yang sudah matang telur dan belum.
Penempatan induk maskoki dalam bak induk harus cukup mendapat sinar matahari. Tiap bak dilengkapi dengan aerator, kalau perlu dapat dipasang pemanas (Water Heater Thermostat) agar suhu air bak dapat dikendalikan dengan stabiL.

Pemijahan Maskoki
Maskoki menghendaki suasana yang agak gelap dan suhu air dingin. Suhu air yang dikehendaki oleh mas koki dalam melakukan pemijahan berkisar antara 20 - 25ºC. Agar pemijahan sempurna, pasangan maskoki dimasukkan ke dalam wadah pemijahan 2 ekor induk betina dapat dipasangkan dengan 3 ekor jantan unggul yang ukurannya sama. Ikan maskoki akan memijah menjelang subuh, induk jantan akan mencumbu induk betina dengan berenang berputar-putar mengelilingi induk betina. Karena ulah jantan induk betina akan meloncat sambil mengeluarkan telur dan saat itulah ketiga jantan menyusul dengan menyemprotkan spermanya untuk membuahi telur yang dikeluarkan induk betina.

Penetasan Telur
        Dari hasil pemijahan akan tampak ribuan telur yang dibuahi menempel pada substrat yang disediakan, seperti kakaban. Garis tengah telur antara 0,7 - 1,5 mm. Seekor  induk betina maskoki dapat menghasilkan telur 5000 telur dengan rasio penetasan 70-80 % sekali memijah. Telur akan menetas setelah 2 - 3 hari dari pembuahan pada suhu air 25-29º C.

Pemeliharaan Benih
Setelah 2 - 3 hari telur akan menetas, sampai berumur 2 - 3 hari benih belum diberi makan, karena masih mempunyai persediaan makanan pada yolk sac-nya (kuning telur).
Pada hari ke 3 - 4 benih sudah dapat diberi makanan kutu air yang telah disaring dengan cara mengkultur-nya. Setelah berumur ± 15 hari benih mulai dicoba diberi cacing rambut disamping masih diberi kutu air, sampai benih keseluruhannya mampu memakan cacing rambut baru pemberian kutu air dihentikan.
Ketinggian air dalam bak 10 - 15 cm dengan pergantian air 5 - 7 hari sekali.Setiap pergantian air gunakan air yang telah diendapkan lebih dahulu.Untuk menghindari sinar matahari yang terlalu terik diperlukan beberapa tanaman pelindung berupa eceng gondok.
Panen dan seleksi dilakukan setelah mencapai umur 1 bulan dari usia pemeliharaan benih pada pendederan. Tujuan dari seleksi adalah untuk mendapatkan benih yang berkualitas dari berbagai segi, baik dari segi ukuran, warna tubuh, jambul, ekor, bentuk tubuh dan lain-lain. Hal yang menarik dari ikan hias adalah penampakan tubuh dari ikan yang dilihat, oleh karena itu seleksi merupakan cara untuk memilih ikan yang berkualitas dan berkelas sehingga harga jual akan tinggi.  

PENYAKIT DAN PARASIT IKAN
Keberhasilan suatu usaha budidaya ikan tidak terlepas dari masalah penyakit dan parasit ikan.Adapun organisme penyebab penyakit dan parasit pada ikan peliharaan umumnya berasal dari golongan jamur, bakteri, virus, dan hewan invertebrata.
Untuk mengatasi timbulnya penyakit dan parasit pada ikan peliharaan, ada baiknya kita mengetahui bagaimana cara berjangkit maupun penularan penyakit atau parasit terhadap ikan adapun caranya sebagai berikut :
1.     Melalui Air
2.     Melalui kontak langsung dengan ikan yang telah terserang penyakit atau parasit.
3.     melalui alat-alat yang telah digunakan untuk menangani atau mengangkut ikan-ikan yang terserang penyakit atau parasit.
4.     Terbawa oleh ikan, makanan atau tumbuhan dari daerah asalnya sehingga berkembang dengan pesat pada lingkungan yanmg baru.
Adapun cara untuk mengatasi masalah penyakit dan parasit pada ikan, dapat dilakukan dengan cara pencegahan atau pemberantasan.

Pencegahan
Usaha pencegahan merupakan cara yang efektif dan dianjurkan dalkam menanggulangi masalah penyakit atau parasit pada ikan maskoki. Cara pencegahan dianggap lebih baik dan murah bila dibandingkan denganusaha pemberantasan.
Adapun cara pencegahan terhadap penyakit atau parasit dapat dilakukan dengan cara :
Ø Sanitasi Kolam Ikan
Sanitasi kolam biasanya dilakukan dengan menjaga kebersihan kolam dan air yang digunakan. Kolam yang akan digunakan dikeringkan dan dijemur selama 2-5 hari hal ini dimaksudkan untuk memutus siklus hidup penyakit atau parasit yang mengganggu. Selain pengeringan dan penjemuran, sanitasi kolam dapat dilakukan dengan pengapuran.
Ø Sanitasi Peralatan Kerja
Peralatan atau perlengkapan kerja yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari harus dalam keadaan steril.Untuk itusebelum alat-alat tersebut digunakan sebaiknya direndam terlebih dahulu menggunakan larutan PK 20 mg/l selama 30 menit.
Ø Sanitasi Ikan
Selain sanitasi kolam, upaya pencegahan terhadap serangan penyakit atau parasit dapat dilakukan dengan casra sanitasi terhadap ikan. Adapun caranya sebagai berikut :
-    Jangan mendatangkan ikan atau memasukan air dari daerah yang telah terkena wabah penyakit atau parasit.
-    Ikan yang telah memperlihatkan gejala-gejala penyakit segera diasingkan atau diobati secara terpisah.
-    Jangan membuang air bekas pengangkutan kekolam karena dikhawatirkan mengandung bibit penyakit atau parasit yang dapat menyebar.
-    Ikan yang akan ditebar sebaiknya direndam terlebih dahulu dalam larutan PK sebanyak 20 gr/m³ air selama 30 menit.
Ø Pemberian Makanan Bergizi
Cara lain untuk mencegah serangan penyakit atau parasit pada ikan adalah dengan cara menjaga kondisi ikan agar tetap selalu dalam kondisi sehat dan memiliki ketahanan tubuh yantg kuat. Hal ini dapat dilakukan dengan memberinya makanan bergizi dan mengandung cukup vitamin yang dibutuhkan untuk menambah daya tahan tubuh.

DAFTAR PUSTAKA
Daelami Deden A.S. 2001. Agar Ikan Sehat.Jakarta : Penebar Swadaya
Hermanto, Ning. 2004 Menggempur Penyakit Hewan Kesayangan dengan Mahkota Dewa.  Penebar Swadaya.
Lesmana Darti S dan Iwan Darmawan.2001. Budidaya Ikan Hias Air Tawar Populer.Jakarta : Penebar Swadaya,
Lesmana Darti S. 2003 Mencegah dan Menanggulangi Penyakit Ikan Hias.Jakarta : Penebar Swadaya

Noryadin U. dan Syafei L.S, 2005. Buku Seri Kesehatan Ikan “Ikan Koki Sehat Produksi Meningkat”. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian, Jurusan Penyuluhan Perikanan, Bogor.

Sumber : Fahrur Razi, SST. 2014. Folder Perikanan "Teknik Budidaya Ikan Mas Koki"

Untung Besar dari Bisnis Budidaya Lobster Air Tawar

  Memiliki warna biru yang cerah disertai bentuk tubuh yang terlihat kekar dan anggun menjadikan lobster air tawar menarik dijadikan hiasan ...